Seberapa dalam kau melihatku? Seberapa jauh kau mengetahui diriku? Akan ada dua versi jawaban yang dapat kutebak dari dua pertanyaan tersebut “ Aku belum mengenal dirimu sebenar-benarnya ” dan “ Aku tidak mengenalmu terlalu baik ”. Dewasa kini, di mana drama, lagu, dan cerita tentang romansa keindahan kisah cinta yang menggugah jiwa bertebaran dan bahkan bisa kita comot dari sampah di jalan justru mengalihkan arti yang sebenarnya. Beribu-ribu kata terangkai untuk menunjukkan perasaan tak terbendung di hati, tapi tak pernah sekalipun kita berpikir tentang sesuatu atau seseorang yang kita letakkan perasaan cinta tersebut. Aku memandangmu tidak hanya sebagai objek dari perasaan indah yang muncul di hati, aku melihatmu sebagai manusia. Bukan hanya sebagai perempuan, gadis, wanita atau hal lain-lainnya. Kulucuti setiap status sosial yang menempel pada dirimu sehingga kudapat melihatmu sebagai sebenar-benarnya manusia. Hingga akhirnya kudapat meletakkan perasaan ini dengan baik dan seben...
THINK IT SO HARD ANYMORE