Kembali dengan celoteh remaja tanggung yang masih bingung bagaimana dunia ini bekerja dan bagaimana bisa seseorang diriku masih diberkan nikmat oleh-Nya yag Maha Pemberi.
Selamat pagi rembulan yang mulai tenggelam. Yang cahayanya mulai redup dan temaram, yang selalu menghibur kala diri kelam. Setidaknya sebelum mentari menyingsing, izin aku untuk menumpahkan kesedihan dengan bercerita secuil kisah yang amat tidak penting.
Parasmu cantik membelai Kehangatan, Tak terhapuskan dalam ingatan. Mukamu yang bulat tapi Manis, Membuat sukma makin menipis. Kau bukan Makanan, Apalagi takjil Puasa. Tapi selalu ku nanti, Hingga ke hati. Kecantikan memang relatif dan juga kompetitif. Bagiku dirimu mutlak, Yang membuatku selalu Tergelak.
Tak sengaja, Mungkin adalah kata yang Cocok untuk menjelaskan pertemuanku denganya. Kala itu aku dalam perjalanan pulang, Saat mentari mulai senja. Berjalan menyusuri, menapaki jejak demi jejak kembali ke Rumahku sendiri. Saat itu aku melewati Perumahan kecil di pinggiran Kota, Yang padat akan pejalan kaki. Berjalan santai tanpa sedikitpun menepi, Sembari melihat sekitar tanpa luput memandangi.
Selamat malam, Bagaimana keadaanmu disana? Kuharap baik dan sehat saja. Tahukah kamu? Bahwa setiap malam aku selalu membendung rindu, Menahan Pilu dan selalu menafikan keadaanmu. Dirimu yang dulu selalu menghangatkan suasana. Memberi Hangat dalam Tawa, Menyapa pagi dengan sukma.
Rintik. Hujan turun ke alam ini. Memberi energi ke Muka Bumi. Secara perlahan, Tak tertahankan. Dia terus turun tanpa pedulikan Orang-orang yang berjalan. Terkadang ringan. Terkadang deras tak tertahankan. Agak menjengkelkan tapi itulah yang aku suka tentang hujan.
Bunglon. Hewan kecil dari bangsa Reptilia . Melata dan bisa merubah warna tubuhnya. Faktor alam dan lingkunganya. Seperti dirimu. Yang mulai berubah saat tersentuh dunia baru, Alam baru, Sahabat baru atau Bahkan Cinta baru.
Dulu sekali. Saat diri ini masih belum mengerti apa itu kasih sayang. Kau datang mengajarkanku bagai Yesus yang menyebarkan cinta kasih. Teramat rinci kau memberitahuku apa itu "Chemistry", Emosi, Rasa dan para pujangga sebut "Cinta".
KAFIR, Mungkin sudah menjadi Brand bagi Negara Amerika Serikat di dalam benak khalayak ramai. Apalagi setelah kejadian "Selasa kelam" yang menimpa World Trade Center dan Pentagon. Sehingga umat muslim, etnis Arab dan orang-orang Sikh yang berpakaian khas u deng-udeng kepala menjadi pelampiasan amarah (Masyarakat) Amerika kala itu.