KAFIR, Mungkin sudah menjadi Brand bagi Negara Amerika Serikat di dalam benak khalayak ramai. Apalagi
setelah kejadian "Selasa kelam" yang menimpa World Trade Center dan
Pentagon. Sehingga umat muslim, etnis Arab dan orang-orang Sikh yang berpakaian khas udeng-udeng kepala menjadi pelampiasan amarah (Masyarakat) Amerika kala itu.
Tapi ternyata justru berbalik dengan kisah dosen saya beberapa tahun silam. Dosen yang mengajar Pancasila di kelas saya ini bernama Tati. Terbilang sudah amat senior di Fakultas saya. Cerita ini saya dapatkan kira-kira seminggu lalu kala saya sedang asik berbincang dengan beliau. Tiba-tiba beliau menceritakan saat mendapatkan pelatihan ke Negeri paman Sam dari Organisasi Himpunan Mahasiswa berbasis Islam yang beliau geluti (Beliau saat masih muda adalah seorang aktivis). Sekitar tahun 2006 beliau berangkat dengan beberapa orang yang juga mendapatkan kesempatan yang sama. Berangkatlah bersama rombongan kala itu.
Tak cukup sampai di situ saja. Kejadian unik masih berlanjut, Kira-kira saat beliau dan rombongan sedang dalam perjalanan menuju tempat pelatihan. Saat sedang terburu-buru berjalan, Tiba-tiba rombongan pendemo lewat dan terkesan agak rusuh. Melihat banyaknya Massa yang lewat, Beliau mulai canggung dan agak takut. Takut dianggap teroris atau dihantam saja bersama rombongan. Sebaliknya, Para pendemo tadi seketika langsung sujud! Serta meminta maaf ke beliau serta rombongan. Mereka meminta maaf atas nama Negara dan Keluarga juga. Usut punya usut ternyata banyak dari keluarga pendemo itu yang tentara dan dikirim ke Timur Tengah untuk invasi. Ternyata mereka berdemo agar pemerintah Amerika Serikat menghentikan invasi dan memulangkan para tentara yang ada disana.
Sedikit cerita yang beliau sampaikan saat itu. Cukup mendalam di pikiran saya sampai sekarang. Hanya beberapa tahun setelah peristiwa "Serangan September". (Warga) amerika sudah mulai Open minded dan welcome kembali terhadap Muslim (Walau tak semuanya, Mengingat Capres Donald trump yang amat menentang). Karena beberapa kejadian yang beliau alami itu. Bu Tati ini merasa "Sangat" Muslim dibandingkan dengan di Negri sendiri. Miris memang tapi faktanya tempat Ibadah Numpuk dimana-mana dan akhirnya terbengkalai karena jarang digunakan masyarakat yang lebih memilih untuk beribadah di rumah sendiri dengan alasan klasik macam nyaman, Capek dan lain-lain. Berkebalikan dengan di Negara KAFIR yang dulu beliau singgahi.
Saya berharap semoga saya, Kita, Kalian, Mereka dan Bangsa ini bisa membuat kita merasa ISLAM di Negri sendiri. Semoga.
Tapi ternyata justru berbalik dengan kisah dosen saya beberapa tahun silam. Dosen yang mengajar Pancasila di kelas saya ini bernama Tati. Terbilang sudah amat senior di Fakultas saya. Cerita ini saya dapatkan kira-kira seminggu lalu kala saya sedang asik berbincang dengan beliau. Tiba-tiba beliau menceritakan saat mendapatkan pelatihan ke Negeri paman Sam dari Organisasi Himpunan Mahasiswa berbasis Islam yang beliau geluti (Beliau saat masih muda adalah seorang aktivis). Sekitar tahun 2006 beliau berangkat dengan beberapa orang yang juga mendapatkan kesempatan yang sama. Berangkatlah bersama rombongan kala itu.
Sesampainya di Negeri paman Sam, Langsung pengecekan di bagian Imigrasi. Lalu tiba-tiba ada seorang Afro-Amerika yang menghampiri rombongan mereka. Tak disangka ternyata orang Afro-Amerika tersebut malah memberikan kartu nama sampai memberi tahu beberapa Masjid terdekat sampai Restoran Halal dan Halal Market
pun diberitahu olehnya. Cukup aneh di benak beliau karena saat itu
beliau menggunakan Hijab yang notabenenya adalah Simbol wanita Muslimah
dan di benak beliau kalau para orang Amerika masih sangat anti dan
Sentimen terhadap Agama Islam.
Tak cukup sampai di situ saja. Kejadian unik masih berlanjut, Kira-kira saat beliau dan rombongan sedang dalam perjalanan menuju tempat pelatihan. Saat sedang terburu-buru berjalan, Tiba-tiba rombongan pendemo lewat dan terkesan agak rusuh. Melihat banyaknya Massa yang lewat, Beliau mulai canggung dan agak takut. Takut dianggap teroris atau dihantam saja bersama rombongan. Sebaliknya, Para pendemo tadi seketika langsung sujud! Serta meminta maaf ke beliau serta rombongan. Mereka meminta maaf atas nama Negara dan Keluarga juga. Usut punya usut ternyata banyak dari keluarga pendemo itu yang tentara dan dikirim ke Timur Tengah untuk invasi. Ternyata mereka berdemo agar pemerintah Amerika Serikat menghentikan invasi dan memulangkan para tentara yang ada disana.
Sedikit cerita yang beliau sampaikan saat itu. Cukup mendalam di pikiran saya sampai sekarang. Hanya beberapa tahun setelah peristiwa "Serangan September". (Warga) amerika sudah mulai Open minded dan welcome kembali terhadap Muslim (Walau tak semuanya, Mengingat Capres Donald trump yang amat menentang). Karena beberapa kejadian yang beliau alami itu. Bu Tati ini merasa "Sangat" Muslim dibandingkan dengan di Negri sendiri. Miris memang tapi faktanya tempat Ibadah Numpuk dimana-mana dan akhirnya terbengkalai karena jarang digunakan masyarakat yang lebih memilih untuk beribadah di rumah sendiri dengan alasan klasik macam nyaman, Capek dan lain-lain. Berkebalikan dengan di Negara KAFIR yang dulu beliau singgahi.
Saya berharap semoga saya, Kita, Kalian, Mereka dan Bangsa ini bisa membuat kita merasa ISLAM di Negri sendiri. Semoga.

Comments
Post a Comment