Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Enam Pagi Ini

Enam pagi ini Aku coba berlari secara nyata Dari bayangmu yang abstrak Dari ketiadaanmu yang lebih ironis dari jarak Sepersekian aku berlari secara nyata, tentunya Eh, kau malah muncul Dalam bentuk nyata Dan itu lebih semesta dari abstrakmu Dilewati aku olehmu Haduduuhhh, matamu itu yang waktu itu aku sukai yang melihatku asing Pagi tadi berubah Seolah-olah, ah entah Aku marah Aku pelajar Aku yakini Bahwa untuk sebuah kita Harus ada tiga hal Mahabbah Rasa cinta Yang menggebu-gebu dalam dada Ya, dalam hatiku ada Tapi entah padamu.. Masyaqah Rasa kasih Kasihan kau jika harus kupaksa menjalani Ya, aku tak mau lihat deritamu.. Mashlahat Semua sudah paham Bagaimana dengan kembarmu? Kedua kembarmu, pastinya Ya, aku diam, takkan maju Karena bukankah aku harus menjadi? Atas Kun Fayakun-Nya Ilahi... Oleh Euros Cum

Ursula, I Love You!

Aku mahasiswa Fakultas Sastra. Aku sering diminta jadi boneka praktik oleh Ursula. Dia mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi. Dia Katolik blasteran Belanda-Cina. Gigiku selalu saja dijadikan bahan praktiknya. Aku malah senang. Bagaimana tidak, Ursula cantik dan baik. Ia kerap mentraktirku sebelum praktik mengutak-atik gigiku. Setelah praktik, dia memberiku stiker-stiker yg berisi ayat Injil Lucas, Matius, Yohanes, atau apa satu lagi aku lupa. Kutempelkan semua di pintu kamar. Bukan apa-apa, bagiku, melihat stiker  stiker itu sama saja dengan mengingat pipi kempot dan mata sipit Ursula. Karena sering bersama, kami makin dekat. Sangat dekat. Sedekat pertanyaan rutin Ursula padaku, "Kenapa kamu tidak pernah bilang 'I love you' sama aku?" Jawabanku selalu sama, "Sama seperti kamu yang ngaku orang Islam, tapi gak pernah ngucapin syahadat." "Aku orang Islam. Aku belajar shalat, berdoa" sergahnya. "No, kamu tetap Katolik sampai kamu ...

Wook Ad

Chapter 2 dari Hel Ki ----------------- Tapak kaki itu terus melangkah, badan  yang dibaluti kain wol yang kasar itu terus berjuang melewati padang tandus. Tongkat kayu yang ia pegang kokoh, begitu juga dengan tatapan matanya. "Ad, kau hendak kemana, anakku?" ucapan Guru Fen itu terus terngiang di sanubarinya. Kala itu, kala ia memutuskan untuk pergi dari kerajaan, Wook Ad bertanya untuk terakhir kalinya kepada Guru Fen, "Bagaimana menemukan jalan itu?" "Hatimu harus bersih, tinggalkan zona lawan jenis," jawab Guru Fen. "Aku tidak akan menikah kalau begitu!" jawab Wook dengan spontan. "Tidak, Ad. Kau harus menikah," jawab Guru Fen dengan sangat sabar. "Mengapa? Guru tidak menikah, kan? Guru pun menemukan jalan itu, jalan menuju Tuhan!" ucap Wook. "Tidak, Ad. Keputusanmu tidak menikah bukan karena keterbukaan pandanganmu akan kehidupan, begitu pula akan Tuhan. Keputusan itu karena hatimu patah atas kem...

Ketetapan

Selamat siang kawan. Bagaimana langit di sana? Semoga sama indahnya seperti langit yang tengah kupandangi. Matahari yang perlahan meninggi menuju puncaknya. Memberikan sengatan panas yang membuat orang-orang menyeka peluh yang membasahi pipi. Membuat riak berkilau di wajah. Mungkin akan sedikit berbeda dengan langit yang kau lihat saat ini. Langitku tertutup dedaunan lebat nan menyejukan, bagaimana denganmu? Ahh lagi pula hatimu selalu sejuk dengan semua prasangka baik yang tetapkan. Wajah orang-orang yang tengah dongkol pun akan kau artikan sebagai kebahagiaan. Karena mereka diberi hati untuk merasa sehingga mampu menunjukan perasaan tersebut lewat ekspresinya. Kau tahu, berbicara tentang perbedaan, segera ingin kutanyakan padamu. Apa itu sebuah perbedaan. Kenapa tuhan menciptakan sebuah perbedaan. Ada begitu banyak jawaban yang muncul di kepala ini. Agar kita mampu senantiasa bersyukur kepadanya. Agar kita mampu menikmati luasnya dunia. Agar kita sadar bahwa kita harus ...

OKTOBER 2017

Oktober tahun lalu. Aku masih mengingat bagaimana tatapan, dan wajahmu yang cemas menunggu kedatanganku di kafe sederhana kala itu. Kita bukan siapa-siapa, dan tak saling mengenal jauh. Kau hanya seorang adik kelas, dan sebaliknya aku adalah kakak kelas di kampus. Kita hanya kebetulan bertemu dalam satu ruang. Menurutku hingga saat itu. Namun, karena semua kebetulan itu kau memberanikan diri untuk menghubungiku. Tepatnya, kau meminta bantuan kepadaku. Dalihmu, aku terlihat ramah dan kebetulan dalam satu naungan organisasi. Aku hanya mengamini, dan berpikir tak ada salahnya membantu. Aku masih ingat, kau duduk di depanku dengan perasaan tak nyaman. Penuh tanda tanya, khawatir, risau, dan takut mengganggu. Iya, sebenarnya aku katakan memang cukup menganggu karena aku sedang nikmatnya beristirahat saat itu. Walhasil, muka kusamku menjadi menu utama saat kita bersanding di meja. Tapi, biarlah itu menjadi kesan sendiri. Aku akan selalu mengingat momen absurd itu. Lalu, kau berlan...

He Ki

Chapter 1 --------- Di suatu kerajaan yang megah hiduplah seorang Rahib muda yang tampan lagi cerdas, ia bernama Wook Ad. Ia belajar tentang ilmu alam, agama, ilmu sikap, dan berbagai disiplin ilmu di Maha Guru kerajaan yaitu Fen Nam. Di kerajaan itu Fen Nam adalah orang yang sangat dipercaya oleh raja. Walaupun orang kerpercayaan, tetapi Fen Nam tidak bisa mengubah suatu tradisi kerajaan yang bertentangan dengan ajarannya Fen Nam. Wook Ad adalah murid kesayangan Fen Nam karena dia seorang yang rajin, pintar, dan patuh. Setiap harinya Wook Ad menemani Fen Nam untuk mengurusi urusan kerajaan, seperti membuat peraturan kerajaan, memberi pelajaran kepada putra-putri raja, atau setidaknya hanya jalan-jalan di sekitar kerajaan. Dan Wook Ad menikmati itu. "Guru Fen jika takdir memang sudah ditentukan Tuhan maka jika ada kerajaan yang lain menyerang maka kita tidak usah melawan? Kita tunggu saja takdir Tuhan apa kalau begitu," tanya raja suatu ketika kepada Guru Fen dan...

Kerling Matamu Harus Tertuntaskan - Chapter 2

"Assalamualaikum wa rahmatullah, Assalamualaikum wa rahmatullah. Allahu Akbar," ucap Laras. "Heh, Laras, Laras. Sampai kapan kamu mau sholat? Ayo layani suamimu!" ucap Salman yang sedang duduk di atas kasur. Laras sesampai di rumah megah  Salman terus mendirikan sholat, tak berhenti sejenak pun. Setelah ia selesai menunaikan dua rakaat, maka ia akan langsung berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat kembali. Hari itu sudah malam. Tetesan air mata Laras tak pernah padam. Ia tak tahu cara apa lagi untuk menghindari  Salman selain terus melakukan shalat. Entah sampai kapan pula Laras akan terus sholat acap kali Salman berada di rumah. Dalam benak Laras, hanya satu, buktikan bahwa dia tidak sedang mengandung, ia tak pernah dinodai oleh siapa pun. Di sisi lain hati Laras selalu mengingat kerling mata itu, kerling mata yang selalu terlintas di tiap rindunya. Ia yang tak menyadari bahwa Laras menyimpan namanya di setiap sujud akhir shalat mana pun. Laras menc...

Hirarki

https://www.instagram.com/p/BoUXpK4AgAM/?utm_source=ig_web_copy_link Setiap orang selalu bertindak atas dasar hati. Keinginan. Harapan. Bagaimana pun kita menyebutnya urgensi di dalamnya akan tetap sama. Alasan selalu mudah, bahkan terbilang sepele. Tapi karena semua hal itu seseorang tetap dapat hidup. Berharap cemas pada setiap mentari yang terbit. Berbisik lirih di hadapan sang malam.

Bunga

https://www.infojepang.net Malam sempurna gelap bersama dengan segala indahnya. Rembulan yang bulat dengan cahayanya yang menenagkan. Rasi bintang yang meramaikan lukisan Tuhan. Angina yang berhembus syahdu membawa kenangan. Tidak, kali ini kenangan itu tidak lagi menyakitkan, semua terlihat begitu menyenangkan. Semua waktu itu sempurna telah kuterima.

Pagi Ini

Pagi ini Mendung.. Aku kelam menghayal perjumpaan, Macam situasinya, macam musimnya Matamu tetap sama, Bersahaja.. Kau melintas Tanpa kehendakmu Aku menderita Tanpa sepengetahuanmu Tanpa kesadaranmu Kau tetap di tempatmu Pagi ini Baru Aku susun pikiranku Untuk tetap bisa tegar menanti Yakin Tanpa kau sadari... Oleh Euros Cum 

Harapan Dan Keputusasaan

https://www.instagram.com/p/BhVjrb8HnOr/?taken-by=rikalnobility Selamat sore kawan. Bagaimana kabarmu? Kabar tentang mimpi tak terbentang. Mimpi tentang menjadi salah seorang manusia tang memberi manfaat. Mimpi tentang melihat begitu banyak kebahagiaan di tanah ini. Aku tahu, tidak sedikit orang yang menertawai semua angan tersebut. Tapi bukankah itu semua menjadi komedi kehidupan? Warna indah yang akan kita nikmati hingga akhirnya lukisan tentang hidup ini terselesaikan. Kita sudah terbiasa menikmati tawa mereka yang memandang semua kata yang kita ucapkan dengan mata tertutup. Hingga akhirnya kita memberikan bukti nyata dari sebuah tekad.

Kerling Matamu Harus Tertuntaskan

Chapter 1 Siang itu, udara yang penuh debu dengan suhu kota yang semakin memanas, hilir kendaraan-kendaraan, beroda dua, tiga, empat bahkan delapan tak asing lagi. Bising mesin mereka tak terdengar. Suhu kota yang sedang kemarau-kemaraunya, tak mengganggu. Atau debu yang merengek pilu di pipi manisnya, tak terasa. Jalan pulang itu seperti taman bunga. Adalah Laras Syawila yang sedang berlari di bawah terik matahari dengan kerudung putihnya, rok abu yang panjang itu mengeluarkan suara khasnya karena ia berlari sekencang-kencangnya. Setiap keringatnya adalah kebahagiaan dengan sebuah map di tangan kanannya yang ia pegang erat. Dalam lubuk hatinya semua kebahagiaan itu tak terlisankan, tak tersurat, dan tak bisa dibayangkan. Dua jam lalu, Laras Syawila dinobatkan sebagai murid dengan nem tertinggi di kotanya, "34,7" adalah nilai hasil ujian yang telah ia gapai. Cita-citanya kuliah di Universitas paling elite di kotanya, bahkan di negerinya telah di depan mata. Ia ...