Selamat
siang kawan. Bagaimana langit di sana? Semoga sama indahnya seperti langit yang
tengah kupandangi. Matahari yang perlahan meninggi menuju puncaknya. Memberikan
sengatan panas yang membuat orang-orang menyeka peluh yang membasahi pipi. Membuat
riak berkilau di wajah. Mungkin akan sedikit berbeda dengan langit yang kau
lihat saat ini. Langitku tertutup dedaunan lebat nan menyejukan, bagaimana
denganmu? Ahh lagi pula hatimu selalu sejuk dengan semua prasangka baik yang
tetapkan.
Wajah
orang-orang yang tengah dongkol pun akan kau artikan sebagai kebahagiaan. Karena
mereka diberi hati untuk merasa sehingga mampu menunjukan perasaan tersebut
lewat ekspresinya. Kau tahu, berbicara tentang perbedaan, segera ingin
kutanyakan padamu. Apa itu sebuah perbedaan. Kenapa tuhan menciptakan sebuah
perbedaan.
Ada
begitu banyak jawaban yang muncul di kepala ini. Agar kita mampu senantiasa
bersyukur kepadanya. Agar kita mampu menikmati luasnya dunia. Agar kita sadar
bahwa kita harus senantiasa berusaha. Tentu ada banyak jawaban lain yang akan
ikut menyertai dari pernyataan tersebut. Membayangkan dunia ini dipenuhi dengan
kesamaan, nampaknya akan membuat kita akan cepat jenuh dengan semua pemandangannya.
Tak
ada kejutan.
Hanya
ada hitam dan putih yang akan kita lihat. Bukankah kau pernah bertanya, kenapa
dan sampai kapan kau harus berperan sebagai orang yang kuat? Tersenyum di balik
sendu yang sembunyikan. Entahlah, bukankah itu menjadi warna yang membuatmu
menjadi sosok yang kuat. Menjadi sosok yang selalu mampu menjadi orang yang
dapat mendengar cerita kita.
Aku
terenyuh dengan pertanyaanmu itu. Entah, mengapa tuhan menciptakan alur yang
begitu menyakitkan bagimu, namun pada akhirnya kau mampu memaknai semua hal itu
tanpa harus berprasangka buruk kepada-Nya bukan. Pada akhirnya kau menjadi
contoh hidup bagi orang-orang yang ada di sekitarmu.
Hei
bukankah hal itu pun menjadi sebuah perbedaan. Jalan yang kau ambil sangat
panjang, tapi banyak hal pula yang kau lihat. Di banding kita yang selalu
merasa aman, kami tertinggal jauh dengan langkah yang kau ambil. Tapi tenang
saja, aku tak akan membiarkan diriku tertinggal jauh. Aku tidak pernah lupa
dengan setiap angan yang kita panjatkan pada langit. Pada sela-sela bintang
yang bertebaran.
Dengan
sebuah perbedaan ada banyak warna yang kita lihat. Tidak hanya hitam. Dan tidak
hanya putih. Begitu banyak warna yang mewarnai. Ada begitu banyak rasa yang
bercampur. Membuatnya sedikit runyam, tapi hal itu yang menjadi keindahan dari
lukisan tuhan. Yah, kita adalah karya-Nya. Kita tidak seharusnya hidup dengan
kesamaan, tapi dengan keragaman. Bukankah lukisan-lukisan indah pun akan selalu
diwarnai berjuta warna. Membuat sang artis memaknai setiap titik warna yang dia
tuangkan. Lagi pula, bukankah tanah kita terbentuk dari sebuah perbedaan. Bhinneka
Tunggal Ika. Berebeda-beda tapi tetap satu jua. Satu bangsa. Satu bahasa.
Kau
tahu, aku bertanya hal ini karena perbedaan yang terjadi saat ini yang semakin
lama tak mendapat toleransi. Entah bagaimana wujud toleransi yang sesungguhnya.
Apakah semua itu adalah bentuk dari sebuah kebebasan? Atau justru menjadi
pembatas? Apa semua itu mampu menjadi suatu keindahan? Tetapi mengapa banyak
orang yang menjadikannya begitu mengerikan.
Bukankah
yang membuat pelangi begitu indah adalah setiap warna yang berbeda menjadi satu. Bukankah yang membuat kita
terpikat dengan orang lain adalah kepribadian yang berbeda dengan diri kita. Merasa
bahwa orang itu lebih baik atau hal lainnya.
Semoga
dalam perbedaan yang dilihat setiap pasang mata akan selalu indah bersama
dengan maksud tuhan. Dan kita? Semoga tetap menjadi orang yang berbeda setiap
kali bertemu. Sehingga akan terus ada cerita, memaknai setiap keindahan,
memaknai setiap ketetapan setiap kali menghabiskan malam kosong dengan segelas
kopi.

Comments
Post a Comment