Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Pembohong yang Baik, Orang Jujur yang Buruk

Seberapa penting kejujuran di kehidupan? Sekedar kata tak bermakna? Nilai teguh dalam kehidupan? Atau, sebuah relativitas yang tergantung pada suatu kondisi? Dewasa kini, sering kali kubertanya pada diri arti sebuah kejujuran. Dalam kehidupan sosial khas masyarakat modern, kehidupan jujur berarti tidak ‘munafik’. Yang mana artinya tidak perlu berpura-pura baik, cukup jadi diri sendiri. Kalau kau suka berjudi, silahkan berjudi. Kalau kau suka dengan arak, maka nikmati setiap teguknya. Kalau kau suka dengan gegap gempita ruangan yang diisi dengan musik yang menghentak sambil berjoget maka lakukanlah.

Relativitas Nilai Kehidupan

Saat sekolah dasar kita pernah belajar—dan juga diajari—bahwa pancasila adalah dasar ideologi negara kita. Yang menjadikan hal tersebut seharusnya sebagai landasan seluruh masyarakat untuk melakukan atau memutuskan sesuatu. Mesti sesuai dengan nilai pancasila tersebut. Namun, dewasa kini, modernitas nilai itu sendiri mulai memasuki tahap ‘mengkhawatirkan’. Hal ini terjadi bukan hanya karena kesalahan oleh salah satu pihak. Pemerintah atau masyarakat itu sendiri.

Maaf, Aku Baper

Langit sempurna telah menggelap, bahkan sebelum waktunya sang malam tiba. Awan mendung nan pekat menutup seluruh langit kota. Membuat orang-orang yang masih di luar rumah sedikit gusar. Khawatir akan hujan yang akan turun, belum lagi, dengan awan mendung sepekat ini bisa jadi hujan yang akan turun sangat deras dan cukup lama. Cukup membuat saluran air di kota terhambat dan genangannya mulai meluap ke jalan utama. Banjir.

Waktunya Berhenti Bercerita Padamu

Selamat malam, bagaimana kabarmu? Semoga kau senantiasa sehat dan bahagia di tempatmu. Sudah seminggu lewat sejak waktu liburmu, dan nampaknya kau telah kembali untuk melanjutkan langkahmu. Merajut kembali asa yang sempat terputus untuk beberapa waktu. Pada awal waktu liburmu aku sangat ingin bercerita tentang sesuatu kepadamu. Tentang hal yang menurutku kau perlu tahu dan benar-benar mendengarkanku. Egois memang, melihat dengan umur kita yang saat ini mulai beranjak dewasa, sudah bukan waktunya lagi aku terus bergantung padamu, pada setiap kelimat semangat dan menenangkan itu. Sudah waktunya aku berhenti bercerita kepadamu. Tapi, untuk kali ini saja. Semoga kau bersedia untuk membaca tulisan ini. Seminggu sempurna sudah terlewat sejak terakhir kau bilang kau telah mendapatkan waktu libur, setelah untuk waktu yang cukup lama tak bertukar kabar. Bersamaan dengan kabar itu, kukira aku dapat bernafas sedikit lega karena kau akan ada untuk mendengarkanku. Tapi akhirnya semu...

Wanita Di Balik Senyum Menyendiri

Selamat pagi, bagaimana kabarmu? Semoga kau sehat selalu dan senantiasa diberikan bahagia dan keberkahan. Sebelum kumulai semua ini, izinkan aku berterima kasih untuk waktu yang telah kau luangkan. Dan izinkan aku untuk meminta maaf atas segala kelancangan yang kau dapati ketika kita bersua.

Tragedi Dan Komedi

https://cdn.pixabay.com/photo/2014/04/03/11/50/drama-312318_960_720.png Langit saat ini telah sempurna kelam, sebelum sang waktu datang menentukan. Kelabu nan sendu. Bersama hujan, membasahi bumi pertiwi, angin berhembus merdu menyegarkan. Cukup lama sudah diri duduk termenung dengan kopi hitam mengepul. Mengisi kehangatan di antara dinginnya suasana. Tentu saja kamu pun begitu.

Selamat Malam

Selamat malam, bagaimana kabarmu? Semoga kau tetap sehat dan dalam lindungan-Nya. Langit saat ini benar-benar telah sepenuhnya gelap, bahkan sebelum waktunya datang. Terlalu kelam. Terlalu penuh dengan kelabu. Tidak, aku tidak akan bilang semua ini mewakili perasaanku, hanya saja kau tahu, aku sedikit merasa rindu dengan senyummu.

Salam Untukmu

Pada setiap malam yang tersisa adalah penyesalan. Pada setiap mentari yang terbit bersamanya selalu datang harapan. Namun, bukankah kita hidup dengan prinsip ‘tak meninggalkan penyesalan apa pun dalam kehidupan ini? Lalu mengapa pada setiap gelapnya langit kita menyisakan penyesalan di dalamnya, sulit bernafas dengan tenang ketika semua hal buruk itu terulang sempurna, bak film yang diputar ulang. Lalu seketika sadar dan berbisik pada diri sendiri ‘semua itu telah berakhir’.