Skip to main content

Wanita Di Balik Senyum Menyendiri


Selamat pagi, bagaimana kabarmu? Semoga kau sehat selalu dan senantiasa diberikan bahagia dan keberkahan. Sebelum kumulai semua ini, izinkan aku berterima kasih untuk waktu yang telah kau luangkan. Dan izinkan aku untuk meminta maaf atas segala kelancangan yang kau dapati ketika kita bersua.
Waktu kita bertemu dan berkenalan memang belumlah lama, tapi apa kau tahu? Kau memberikan sesuatu yang membuatku sulit untuk lepas darimu. Kau pendengar yang baik, setiap hal yang kuceritakan tak lepas dari pertanyaan dari hal-hal yang tak kau mengerti. Setiap kali kubercerita kau selalu mendengarkannya dengan baik. Memberikan perhatianmu sepenuhnya. Tatapan hangat yang telah lama kucari.
Untuk sekian lamanya, kumampu berkata kalau aku merindukan hal itu. Merindukan sosok sepertimu, bahkan mungkin mendambakannya. Dan untuk hal lainnya aku meminta maaf untuk mengatakan sesuatu yang kau akan berpikir terlalu cepat untuk mengutarakannya.
Ada alasan dibalik semua kata yang tersusun yang telah kusampaikan padamu. Tentunya tak mungkin kuceritakan pada kali ini, dan akan sedikit memakan waktu kalau aku menceritakan semuanya. Tak lain alasanku untuk kembali menulis adalah karena dirimu. Kau membuatku kembali untuk menoreh kata di atas kertas. Kau kembali membuatku merasa bahwa aku mampu merangkai kata kembali.
Yah, tak lain semua ini adalah tentangmu. Kau membawa warna baru, kau berhasil menjadi kata baru nan bermakna pada kamusku. Kau mampu menjadi sebuah inspirasi.
 Beberapa hal yang akan kukatakan adalah, kau bukanlah seseorang yang seperti kau pikirkan. Kau kuat, dan aku tahu hal itu. Tak perlu kau menyalahkan siapapun atas hal yang terjadi, cukup melangkah pasti dimana kau dapat berdiri sebagai pemenang. Tak perlu menundukan kepala untuk hal yang tak penting, ada hal yang lebih baik dan dapat kau banggakan dari dirimu. Jadi, percaya dirilah.
Sempat kulihat sendu di matamu, karenanya aku meminta maaf karena telah lancang melihat kedalam mata indah itu. Tapi karenanya, aku merasa lega karena kau masih dapat tersenyum di balik semua hal itu. Tak pernah terbesit kalau kau dapat terjatuh, akan tetapi menangislah. Meski itu artinya ada atau tiada orang lain yang melihat. Karena seperti itu lah kita, seperti itu lah manusia.
Air mata yang jatuh memang tak mampu untuk menyelesaikan apapun, namun kalau hal itu dapat memperbaiki perasaanmu maka semua itu tidaklah menjadi masalah besar. Kau harus peduli dengan keadaan jiwamu, jangan terlalu lama bersembunyi di balik senyum itu. Tapi kau tahu? Aku menyukai dirimu ketika kau tersenyum lebar, tertawa, dan menaruh perhatian pada setiap perbincangan kita. Aku tidak akan pernah menyalahkan semua hal itu, akan tetapi, apabila kau mau aku akan siap mendengarkan. Tentu saja aku tidak tahu banyak tentangmu, dan mungkin bagimu aku hanyalah orang baru yang hadir dalam hidupmu, meski demikian biarkan aku membalas hal baik yang telah kau bawa kedalam jengkal hidupku.
Sama seperti yang kau lakukan, sama seperti yang kau berikan. Tentu aku sadar betul dengan setiap kata yang kuucapkan. Namun kalau hal itu dapat membantumu, meski sedikit akan kulakukan. Tentunya aku tak akan pernah mau melihatmu menangis atas sedihmu, aku mungkin tak bisa memberimu bahu untuk menyembunyikan tangismu. Tapi aku akan berusaha untuk menghapus kilap air mata yang membasahi wajahmu. Biarkan dunia tahu kalau kau menangis, biarkan mereka tahu bahwa kau bersedih, biarkan semua orang tahu kalau kau akan tetap mampu berdiri kembali setelah semua badai itu.
Selamat pagi, dan berbahagialah. Kau adalah wanita di balik senyum menyendiri.

Comments

  1. Agen Sbobet | Situs Bandar Bola Online Terpercaya | indocbet

    IndoCBET adalah Daftar agen sbobet Situs Bandar Bola Online Terpercaya resmi Taruhan Bola dengan lisensi indonesia

    Bergabunglah bersama indoCBET bersama kami dengan Bonus Terbesar Saat ini

    BONUS NEW MEMBER 20%
    BONUS DEPOSIT 5%
    BONUS CASHBACK 5%
    BONUS ROLLINGAN 0.5%
    BONUS REFERENSI 5%

    Tersedia Agen
    SBOBET, AMGBET, CBET

    Deposti 25ribu

    Whatsapp indocbet : 0822.8637.2298

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tragedi Dan Komedi

https://cdn.pixabay.com/photo/2014/04/03/11/50/drama-312318_960_720.png Langit saat ini telah sempurna kelam, sebelum sang waktu datang menentukan. Kelabu nan sendu. Bersama hujan, membasahi bumi pertiwi, angin berhembus merdu menyegarkan. Cukup lama sudah diri duduk termenung dengan kopi hitam mengepul. Mengisi kehangatan di antara dinginnya suasana. Tentu saja kamu pun begitu.

Teriakan Dalam Kegelapan Hati

Bulan semakin menaiki tahta tertinggi dilangit. Bertengger di gelapnya malam dengan gagahnya. Memberikan setitik cahaya yang menenangkan kalbu. Kawan, malam ini semakin larut dan waktu terus berjalan. Sempat siang tadi aku mendapatkan kabar yang cukup menusuk hati. Ingin rasanya aku tidak mempercayai kabar itu, namun bagaimana pun itu adalah kabar yang tervalidiasi kebenarannya dan diketahui oleh khalayak umum.

Relativitas Nilai Kehidupan

Saat sekolah dasar kita pernah belajar—dan juga diajari—bahwa pancasila adalah dasar ideologi negara kita. Yang menjadikan hal tersebut seharusnya sebagai landasan seluruh masyarakat untuk melakukan atau memutuskan sesuatu. Mesti sesuai dengan nilai pancasila tersebut. Namun, dewasa kini, modernitas nilai itu sendiri mulai memasuki tahap ‘mengkhawatirkan’. Hal ini terjadi bukan hanya karena kesalahan oleh salah satu pihak. Pemerintah atau masyarakat itu sendiri.