Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

Kemuliaan Kertas

Bersama dengan kertas kosong ini Aku mulai merangkai kata Kata-kata tepatnya Kertas ini suci bersih Hanya pena sejati yang akan terus menambah kemuliaannya Kertas ini suci bersih Namun hampa Hanya mereka yang pernah patah yang bisa memenuhinya Aku terus merangkai kata Dalam kertas hampa Tak bermakna Aku terus menggerakkan pena Berharap kemuliaan terus Terus bertambah kepadanya Lalu termasuk kepada mereka kah aku? Entah, Lalu apa juaku? Takkan kutuliskan Lalu berpenakah aku? Aku sedang memegangnya Menambah kemuliaan kah aku? Dengan menulis ini, aku harap Lalu apa inginku? Atas semua yang telah aku tulis? Aku ingin satu hal Kata pertama dari puisi ini.. Bersama Oleh Euros Cum

Malam Tanpa Nestapa

Malam semakin larut. Waktu yang begitu sempurna untuk menikmati hangatnya kopi hitam yang asapnya masih begitu tebal mengepul. Kau tau kawan, aku merindukanmu saat ini. Duduk di samping menikmati semua keindahan langit penuh dengan kelam. Kau selalu bilang, di ujung malam bukanlah nestapa, pada akhirnya bulan akan kembali tenggelam dan mentari kembali terbit. Bersama dengan semua harapan yang tumbuh dan mengembang.

Perempuan Bernama Kejujuran

Sebenarnya, waktu pertama kali melihat kamu itu biasa saja. Seperti perjumpaan pada pertama dengan yang lainnya, tentu tidak mungkin akan muncul perasaan bernama cinta. Tak ada cinta dalam pandangan pertama, dan itu kenyataanya. Semua rasa itu lahir dari proses, dan bukan sekedar pandangan angan semata. Semua butuh perjuangan, keringat dan asa yang selalu ditempa. Dan, begitulah perasaanku saat pertama kali melihat kamu. Rupamu, sikapmu, bahkan keseluruhan tentang kamu tidak sama sekali aku pikirkan dalam hatiku. Karena, semuanya biasa-biasa saja dan semu. Tapi perasaan itu sebenarnya akan tumbuh perlahan, bukan? Ia menjelma dalam mimpi, merasuk dalam pikiran, lalu ia menelusuk sukma dengan perlahan. Ya, dan kau berhasil sangat untuk menaklukanku perihal perasaan. Dimulai dari percakapan singkat saat perkumpulan, lalu berlanjut di chattingan. Semua terjadi begitu saja, tanpa sedikit terbersit dalam pikiran. Aku tak pernah merencanakan. Namun, hati kadang bergerak tanpa kem...

Angan Dan Harapan

Malam kembali datang bersama dengan alunan kenangan. Angin berhembus dengan tenang. Membawa melodi sebuah keindahan. Bersemu kembali semua angan. Masih selalu ada cerita lama dan tawa. Semua masih tersimpan sedih saat kau tak ada. Semua hal itu akan tetap aku rindukan. Tak ada alasan bagiku untuk membenci semua hal itu, bukan kah kita pernah benar-benar menikmati semua waktu itu!?

16 September

Aku berharap patah hatimu Bolehkah? Sebentar saja Aku berdoa semoga hatimu patah berkeping-keping, Biar kau tak merindu, tak berharap, tak mencintai, tak bisa bertahan lagi Mungkin kau takkan bisa tidur, karena pikiranmu menerawang Kau enggan makan karena jiwamu berperang Sesaat kau tak seperti hidup, Sesaat pula duniamu hampa Hingga kau bangkit mencari, lalu aku datang berlari Membenarkan kerah bajumu dan saling tersenyum di setiap paginya Hati keduanya.. Oleh Euros Cum admin baru di Pustaka Mimpi, selamat menimati tulisan saya ^_^ Pertama kali diposting di kesukma.blogspot.com 

Separuh Harapku

https://www.viva.co.id Sore ini mentari tak terlihat saat meninggalkan hari. Senja sempurna tertutup kelamnya awan. Angin berhembus cukup kencang. Menggoyangkan ranting-ranting pohon. Membuat halaman yang sudah disapu bersih kembali berserakan dengan dedaunan tua. Nampaknya, bulan tak akan muncul. Begitu pun rasi bintang yang memanjakan. Walau pun begitu, malam akan tetap seperti itu. Bukan kah gelap menjadi daya Tarik tersendiri baginya. Menentramkan bagi sebagian orang. Walau pun tanpa adanya sang rembulan dan bintang, ada begitu banyak cahaya lampu di bawahnya yang mewarnai. Segera kuberpindah tempat, menikmati serbuan air yang akhirnya membasahi bumi pertiwi. Sudah cukup lama hujan tak turun. Menyuburkan. Untuk hujan yang turun, terima kasih karena telah memberikan keindahan lewat balik jendela. Memandang setiap air yang mengalir dengan bentuk yang abstrak. Menatap setiap pepohonan yang bergoyang seakan menari. Bahagia tak terbantahkan. Hai kawan... Bukan kah kau begi...

Rencana

https://www.instagram.com/p/BXQRAh0FL-1/ Langit yang menggelap meninggalkan jejak perjuangan. Bintang bertebaran bersama dengan seluruh kenangan. Dan rembulan sempurna bulat di atas sana memanjakan. Untuk setiap raga yang lelah sepanjang mentari muncul, malam akan selalu menjadi hal yang selalu dinantikan. Sempurna membawa keluh bersama dengan kesah. Menanti mentari tenggelam di ufuk barat. Menanti rembulan yang hadir menggantikannya. Hai… Bukan kah hidup selalu tentang penantian. Bahkan bagi mereka yang terus berjalan, bagi mereka yang terus berjuang, bagi mereka yang bahkan hanya berdiam diri. Berharap keajaiban datang dengan sendirinya. Hai kawan? Bagaimana kabar semua mimpimu? Mimpi tentang tempat yang lebih baik, mimpi tentang menjadi sosok manusia. Mimpi tentang menjadi pengabdi. Tentu setiap orang memiliki mimpi. Tekad. Ketetapan hati. Angan. Asa. Bagaimana pun mereka menyebutnya, itu semua masih satu substansi dengan apa yang orang lain lakukan. Tak ingin me...

Aku, Cinta, Dan Semesta

Source:  https://www.popsugar.com/love/Learning-Love-Yourself-39143541 Pagi. Mentari yang datang bersama dengan cahaya lembutnya selalu berhasil memberikan ketenangan. Bersama dengan udara sejuk yang membungkus, setidaknya berhasil membuatku lepas dari penatnya kenangan. Apa kau pernah berpikir, begitu bangganya sang mentari datang? Bangganya kabut pagi yang menyelimuti, menahan pandangan. Bangganya embun yang jatuh dari ujung daun, menyegarkan.

Selamat Pagi Rindu (Chpt.2)

Entah kenapa semua urusan ini menjadi amat sangat membingungkan. Setelah Bang Ahmad mengundangku untuk datang ke kampus, hamper semalam suntuk mata ini tak bisa terlelap. Terlalu banyak hal dikhawatirkan. Bukan tentang pakaian yang harus dikenakan, lagi pula aku harus bersikap senormal mungkin untuk tidak terlihat seperti merencanakan pertemuan dengannya.

Bahagiamu

Satu lagi malam berlalu bersama dengan sang sepi. Angin yang berhembus sempurna membawa kenangan itu kembali memenuhi kepala. Sesak sudah isi dada. Sejuk , tapi menggundahkan. Damai, tapi penuh dengan kegelisahan. Kau tahu kawan, terkadang masalah perasaan memang sangat menyulitkan. Ketika kita mencoba untuk percaya pada sebuah harapan, entah mengapa semesta seakan ingin sekali ikut bergurau. Menertawakan terhadap pilihan hati. Entahlah, apa itu benar-benar pilihan hati? Atau hanya nafsu yang berkata? Memaksa untuk memiliki? Merajuk untuk mencintai? Mereka sering kali bilang, melihatnya bahagia walau pun tak bersama kita adalah bukti dari cinta yang sebenarnya. Akan tetapi, entahlah, untukku itu semua amat sangat sulit. Kau pasti tau, waktu yang sudah kami lalui tidaklah sebentar. Tidak sedikit kenangan yang sudah kami buat. Tak sedikit senyum yang saling dilemparkan dan tak sedikit pula pilu dan tangis yang sudah jatuh. Dan kini untuk mempercayai perkataan kuat seper...

Laraku

Source:  http://www.autumnmiles.com/ Malam. Kembali bersama catatan remaja tanggung yang masih meratapi malam. Menikmati kesendirian. Bukan, mungkin lebih tepatnya, terpaksa untuk memaknai kesendirian karena, kali ini aku benar-benar sendiri. Ya, aku sendiri saat ini. Karena kau tak lagi di sisi. Karena senyum mu tak lagi untuk diri. Kau tau? Sepi nya malam bersama dengan mengukir senyum mu di langit-langit kamar. Semua kenangan yang berputar sempurna bak film yang berputar. Kembali membuka luka. Kembali terhanyut dalam emosi. Untuk tau kau bahagia bersama dengan orang lain sangat sulit bagiku. Untuk berhenti mengkhawatirkanmu adalah hal sulit untuk dilakukan. Untuk berhenti peduli dan berhenti memikirkanmu adalah perkara sulit. Kau tau? Mengingat saat pertama kali kau menangis untuk kepergian yang tak pernah terjadi itu. Malam sempurna gelap dan kusampaikan rencana untuk kepergian yang jauh. Kepergian yang akan memakan waktu lama. Untuk melihat air mata itu aku be...