Skip to main content

Dlomir


Aku, kamu, dan mereka adalah kalian di hadapan-Nya.
Jadi, aku, kamu, dan mereka adalah satu kesatuan.
Percuma saja pergi karena aku bertemu mereka.
Mereka adalah kamu.

Percuma saja menyendiri.
Dengan diriku sendiri sudah bersama kamu dan mereka.

Kamu dan mereka sesungguhnya berkonspirasi dengan diriku sendiri

Tanpa kausadari jiwamu merakit menjadi psikopat.
Yang sejatinya psikopat itu adalah aku karena kamu satu kesatuan denganku
karena sejatinya kita akan terus saling menyalahkan,
karena sejatinya ada Yang Maha Mengerti Psikopatologi,
Ia Yang Maha Mendengar.
Maha Melihat.

Aku, kamu, dan mereka akan terus diawasi dan mengawasi.
Dia akan selalu mengawasi tanpa bisa diawasi.

Untuk mengerti psikopat ini,
butuh akal, kecerdasan, kerendahan hati,
saling mengerti, wawasan ilmu yang luar biasa waras

Dlomir



Oleh Euros Cum

Comments

Popular posts from this blog

Tragedi Dan Komedi

https://cdn.pixabay.com/photo/2014/04/03/11/50/drama-312318_960_720.png Langit saat ini telah sempurna kelam, sebelum sang waktu datang menentukan. Kelabu nan sendu. Bersama hujan, membasahi bumi pertiwi, angin berhembus merdu menyegarkan. Cukup lama sudah diri duduk termenung dengan kopi hitam mengepul. Mengisi kehangatan di antara dinginnya suasana. Tentu saja kamu pun begitu.

Teriakan Dalam Kegelapan Hati

Bulan semakin menaiki tahta tertinggi dilangit. Bertengger di gelapnya malam dengan gagahnya. Memberikan setitik cahaya yang menenangkan kalbu. Kawan, malam ini semakin larut dan waktu terus berjalan. Sempat siang tadi aku mendapatkan kabar yang cukup menusuk hati. Ingin rasanya aku tidak mempercayai kabar itu, namun bagaimana pun itu adalah kabar yang tervalidiasi kebenarannya dan diketahui oleh khalayak umum.

Relativitas Nilai Kehidupan

Saat sekolah dasar kita pernah belajar—dan juga diajari—bahwa pancasila adalah dasar ideologi negara kita. Yang menjadikan hal tersebut seharusnya sebagai landasan seluruh masyarakat untuk melakukan atau memutuskan sesuatu. Mesti sesuai dengan nilai pancasila tersebut. Namun, dewasa kini, modernitas nilai itu sendiri mulai memasuki tahap ‘mengkhawatirkan’. Hal ini terjadi bukan hanya karena kesalahan oleh salah satu pihak. Pemerintah atau masyarakat itu sendiri.