Dulu sekali. Saat diri ini masih belum mengerti apa itu kasih sayang. Kau datang mengajarkanku bagai Yesus yang menyebarkan cinta kasih. Teramat rinci kau memberitahuku apa itu "Chemistry", Emosi, Rasa dan para pujangga sebut "Cinta".
Aku dengarkan dirimu seperti anak bayi yang diajarkan bagaimana menjejaki bumi dengan lembut dan halus.
Saat-saat itulah yang membuat diriku merasa seperti jatuh ke pelukan Ibu. Lembut, Hangat dan penuh kasih sayang. Waktu demi waktu kita jalani. Bahkan sang Waktu pun mulai bosan melihat kita. Merasa waktu pun tak ada upaya untuk membuat dirimu jauh dan aku jauh pun. Kau bagaikan Candu untuk diriku. Nikmat, Melegakan, Indah dan menyejukkan. Berkata lain. Angin tak melewati kita. Hujan dan Badai tak turun. Kita mulai berpisah dan menjauh. Merasa canggung untuk saling sapa.
Dulu. Jika bukan kau yang men-Chatt dulu ya aku yang memulainya. Jangankan menyapa. Sekedar berkata "Hai" saja kini sangat sulit. Aku bagaikan Iblis di neraka yang amat mustahil menggapaimu. Surga.
Berlalu. Aku coba hilangkan keberadaanmu. Seenggaknya dari pikiranku ini. Seorang teman menyodorkan "Obat" yang katanya sangat "Mujarab" dan pastinya memberiku Kebahagiaan walau dalam Jangka pendek.
"Kau coba ambil satu. Ini benar-benar ajaib kawan".
" Bagaimana aku bisa yakin ? " Hatiku masygul.
" Haha, Kau tak usah takut. Ini bukan barang berbahaya Kok ! ".
"Baiklah. Kucoba satu saja dulu ya? ".
"Silahkan ambil semaumu kawan ! " Ujarnya sambil tertawa.
Perlahan. Kutarik secara Hati-hati. Masih amat gamang pikiranku. Aku pun agak menyesal telah menerima barang ini. Tak disangka. Aku merasa melihat dunia dari dimensi lain. Kenangan, Emosi, Kasih sayang, Amarah bahkan Cinta terasa tercampur aduk di pikiranku ini. "Sial" Geramku dalam hati. Setelah itu yang kurasakan sangat berubah 180 Derajat. Mungkin hanya fatamorgana saja dalam pikiranku. Aku melihat dirimu meraih tanganku erat dan membawa diriku kepada dirimu. Surga.
"Bagaimana? Kau merasa senang? " Tanya kawanku.
"Kau benar kawan. Benda ini sangat menakjubkan" Balasku.
"Aku tidak akan menipumu kawan! " Ujarnya sambil tertawa keras.
" Omong-omong. Benda apa ini? " Tanyaku
"Kau benar-benar ingin tahu? ".
"Sangat".
"Namanya adalah...".
"Apa ?".
"Sebatang Nikotin".
Nikotin. Kau amat indah. Kau sangat cantik. Kau membuatku mengerti kebahagiaan. Kau tak pernah membuatku kecewa walau setitik pun. Hanya satu kekuranganmu. Kau melukaiku dengan amat Manis. Hahaha.
Nikotin. Kau amat indah. Kau sangat cantik. Kau membuatku mengerti kebahagiaan. Kau tak pernah membuatku kecewa walau setitik pun. Hanya satu kekuranganmu. Kau melukaiku dengan amat Manis. Hahaha.

Comments
Post a Comment